FAQS GRC
GRC sudah tidak asing lagi dalam sektor konstruksi. Tak mengherankan karena GRC merupakan bahan yang berkualitas.
Untuk mengenalnya secara lebih dekat, cermati FAQS berikut ini.
1. Apa Itu GRC?
Dalam mengenal material ini, tentu perlu mengetahui pengertiannya. Pada dasarnya, GRC merupakan singkatan Glass Reinforced Concrete. Ada juga kepanjangan Glass Fibre Reinforced Concrete.
Dengan kepanjangan tersebut, GRC merupakan beton bertulang yang memiliki serat kaca. Bahan konstruksi modern yang populer ini terbuat dari komposisi pilihan.
Komposisinya mulai dari campuran serat kaca,agregat halus(Pasir),Portland Cement(PC), air,tulangan besi dan bahan tambahan lainnya. Dengan komposisi tersebut, material ini benar-benar kuat, kokoh.
2. Apa Saja Ciri GRC?
Dari pengertian tadi, tentu bahan ini berbeda dengan material lainnya. Untuk mengetahui perbedaannya, perlu memahami cirinya terlebih dahulu.
Pada dasarnya, bahan ini memiliki ciri-ciri tak bisa terbakar ataupun meledak. Selain itu, bahan ini juga memiliki ketahanan yang baik terhadap goncangan dan tahan terhadap berbagai cuaca.
Untuk karakteristik lainnya, bahan ini memiliki bobot ringan. Karena bobotnya ringan, tentu memberikan kemudahan saat memasang GRC.
3. Apa Fungsi GRC?
GRC memiliki banyak fungsi. Adapun salah satu fungsinya yaitu sebagai penghias bangunan. Hal ini karena GRC bisa ditempatkan di area eksterior maupun interior bangunan.
Selain itu, GRC juga bisa menunjang fungsi bangunan. Hal ini lantaran GRC kerap jadi penyangga atau rangka bangunan.
Lebih dari itu, banyak pula yang memfungsikan GRC untuk memenuhi furniture interior. Misalnya saja untuk membuat bak mandi ataupun wastafel.
4. Apa Kelebihan dan Kekurangan GRC?
GRC termasuk material berkualitas yang memiliki banyak kelebihan. Kelebihan utamanya ialah memiliki ketahanan yang baik sehingga awet untuk pemakaian jangka panjang.
Kelebihan ini bisa dirasakan ketika mengaplikasikannya di interior maupun eksterior bangunan. Hal ini tentu bisa menghemat biaya karena tak perlu melakukan renovasi atau perbaikan ulang.
Selain tahan lama, bahan ini juga memiliki keunggulan tersendiri di bidang kesehatan. Hal ini karena GRC jelas aman untuk kesehatan.
Adapun alasannya yakni GRC terbuat dari serat selulose. Serat tersebut bebas asbes sehingga tidak akan mengganggu sistem pernapasan maupun kesehatan kulit.
Kendati demikian, bahan ini juga memiliki kelemahan. Kekurangannya ialah bahan ini tak tersedia dalam beragam pilihan warna.
Akan tetapi, kekurangan ini bisa disiasati. Ketika ingin menggunakannya, bisa melakukan finishing seperti halnya pengecatan. Dengan begitu, tampilannya bisa estetik.
5. Lebih Bagus Gypsum Apa GRC?
GRC seringkali dikait-kaitkan dengan gypsum. Tak mengherankan karena keduanya memang termasuk material berkualitas.
Akan tetapi jika mencermati ketahanannya, maka GRC lebih bagus daripada gypsum. Hal ini lantaran GRC terbuat dari semen dan serat kaca yang selama ini terkenal sebagai bahan tangguh.
Dengan komponen tersebut, GRC terbukti tahan terhadap kelembaban atau air. Berbeda dengan gypsum yang tak tahan lembab.
6. Apa Bedanya GRC dan Asbes?
Selain menyamakannya dengan gypsum, tak sedikit pula yang sulit membedakan GRC dan asbes. Pada dasarnya, keduanya memiliki perbedaan dari komposisi yang ada di dalamnya.
Keduanya memang sama-sama menggunakan serat. Akan tetapi, serat yang ada pada asbes merupakan serat hasil dari pertambangan asbes secara langsung.
7. Apakah GRC Anti Rayap?
GRC memang menjadi bahan berkualitas karena terbukti anti rayap. Karena sifat tersebut, GRC tak mudah mengalami pelapukan ataupun keropos.
Lebih dari itu, bahan ini juga anti terhadap jamur. Dengan begitu, bahan ini memberikan kemudahan bagi penggunanya dalam perawatannya.
8. Apakah GRC Bisa untuk Atap?
GRC memiliki kegunaan beragam, tak terkecuali untuk atap sekalipun. Lebih tepatnya, bahan ini bisa berperan penting sebagai penutup rangka atap di ruangan apapun itu. Terkait hal itu, tentu perlu menyesuaikan ukuran ruangannya.
9. Apakah Dinding GRC Kedap Suara?
Dinding yang terbuat dari material GRC memiliki sifat kedap suara. Hal ini lantaran GRC terbukti soundproof.
Sudah bukan rahasia lagi apabila sifat tersebut mampu membuat ruangan jadi kedap suara. Suara bising yang ada di luar ruangan tak akan mengganggu siapapun yang ada di dalamnya.
Dengan kemampuan tersebut, banyak orang yang memanfaatkan dinding GRC ketika membangun studio musik, ruang belajar, tempat les, dan lainnya. Melalui teknik pemasangan yang tepat, ruangan pun jadi berfungsi optimal.
10. Apakah GRC Membutuhkan Rangka?
GRC membutuhkan rangka tergantung dari tipenya. Untuk GRC Krawangan, rangka sebenarnya tidak mutlak. Hal ini karena penggunaannya tergantung opening eseting bangunan yang ada.
Jika posisi GRC tidak memiliki penguat, maka butuh rangka besi sebagai stud. Namun jika opening bangunan sudah memadai, maka tak membutuhkan rangka lagi.
Selanjutnya untuk tipe GRC Flat Board, tentu saja butuh rangka besi di bagian dalamnya. Hal ini karena GRC tersebut terbilang tipis. Dengan adanya rangka besi di dalamnya, GRC Flat Board bisa semakin fungsional dan tak mudah mengalami kerusakan.
11. Berapakah Berat Panel GRC?
Panel GRC dengan jenis Relief memiliki berat 20 kg/m². Panel tersebut memiliki ketebalan sekitar 20 mm.
Sementara untuk GRC Krawangan yang memiliki ketebalan 3 cm, beratnya sekitar 30 kg/m². Selanjutnya untuk GRC Flat Board dengan ketebalan 0,8 mm, beratnya sekitar 5-8 kg/m².
Hal ini menandakan bahwa semakin tebal GRC, tentu juga kian besar bobotnya. Ketebalan GRC sendiri mempengaruhi kekuatannya.
Meski semakin tebal akan kian berat, namun tetap terbilang ringan jika kita bandingkan dengan bahan lainnya. Hal inilah yang membuat GRC memiliki banyak penggemar, terutama bagi siapa saja yang sering bergelut dengan dunia konstruksi.
Pada dasarnya, berat GRC dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari ketebalan benda, jenis motif, dan perangkaan pada GRC.
Setelah menyimak FAQS di atas, tentu sudah bisa mengetahui sekaligus mengenal lebih dekat apa itu GRC. Terlihat jelas bahwa pemanfaatannya sangatlah penting karena mampu menunjang keperluan konstruksi.